Tampilkan postingan dengan label Motivation. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivation. Tampilkan semua postingan

BELIEF


Oleh Chandra Putra Negara
Website    :  www.chandraputranegara.co.id
Facebook :  Chandra Putra Negara
Twitter     :  @ChandraPnegara

Belief adalah suatu pemahaman dalam bentuk keyakinan yang dimiliki setiap orang sejak dalam janin hingga dewasa,.
Bagaimana bisa sejak dalam janin Belief sudah terbentuk ?
Berikut saya akan berikan bagaimana belief itu terbentuk:

1.Sejak Zygot
Apa yg disampaikan orangtua akan terekam dengan jelas oleh Pikiran Bawah Sadar kita, jadi kalau orang tua suka berbicara yg positif kelak anaknya juga positif..
Kalau suka berbicara pesimis dan negatif, jangan salah kalau setelah dewasa anak itu cenderung minder & memiliki citra diri yang buruk.
Jadi kalau orang tua selalu bilang anak itu membawa keberuntungan maka setelah dewasa anak itu pasti akan senantiasa membawa HOKI.
Tetapi kalau selama didalam kandungan orangtuanya suka bilang anak ini bawa sial, bahkan cenderung tidak diinginkan (karena kehamilan yang tidak diharapkan)
Maka kelak anak ini suka menyendiri, mudah depresi, cemas
why? Karena Belief nya sudah dibangun sejak dalam kandungan,
itulah sebabnya bagi para orang tua yang membaca link ini saya himbau sekarang juga minta ampun kepada YANG MAHAKUASA untuk menyadari kekeliruan yang dilakukan selama mengandung anak Anda.
Niscaya Belief itu akan berubah seketika dan berubah menjadi lebih baik. 

2.Semasa Kecil
Tayangan TV, lingkungan tetangga sangat mempengaruhi proses terbentuknya Belief , kalau dari kecil si anak suka diberikan tayangan sinetron yang berisi perceraian, suka melukai pasangan, jangan heran kalau dewasa kelak kehidupan pernikahannya juga bermasalah kalau suka diberi tayangan hantu, maka jangan kaget kalau anak anda suka 'melihat' hal-hal yang tidak perlu dilihat, kalau Anak Anda dari kecil
Suka dikata-katain, AWAS KALAU NAKAL DITANGKAP POLISI, itulah sebab setelah dewasa lihat Bapak Polisi bisa ketakutan minta ampun, padahal polisinya baik….hahaha

3.Guru
Figur Teladan seperti tokoh masyarakat,bintang film, tokoh agama. Sadari atau tidak PERILAKU ANDA mirip dengan figur Anda,
Contoh: kalau Anda mengidolakan Aktor/Aktris tertentu maka gaya berpakaian anda, cara berbicara Anda, cara berpikir Anda akan mirip bahkan menyerupai TOKOH IDOLA Anda,
why?...  Karena Belief Anda sudah ditanamkan oleh mereka secara tidak Anda sadari
Kalau Figur yang memiliki otoritas,
Contoh Guru, Tokoh Masyarakat bilang, cari uang susah, uang itu sumber malapetaka, dst
Maka JANGAN BERHARAP Kklak Anda akan menjadi manusia yg kaya,
Why? Karena belief Anda sudah mengatakan demikian. Itulah sebab Belief  itu akan menjadikan siapa diri anda kelak! Kalau Belief anda senantiasa cinta damai,harmonis,(+) maka kelak Anda juga akan berkomunitas dengan orang yg sesuai dengan Belief anda.

4.Lagu yang Anda suka dengar
Kalau lagu cengeng setiap hari yang anda dengar maka kalau kena masalah anda gampang cengeng
Ternyata lagu itu kalau dinyanyikan terus menerus akan menjadi Belief.Coba pernahkan Anda dengar lagu Olimpiade isinya Negatif??
Lagu-lagu pemenang pasti membangun, coba Anda tengok kehidupan penyanyi terkenal, saya tidak mau sebut penyanyinya, tapi liriknya seperti ini:
PERGI Sajaaaa, cintaku pergiii, biar sajaaaaa....., bukankah sang penyanyi cintanya pergi beneran?? Lagu itu enak didengar tapi Liriknya..
Itulah yg secara tidak Anda sadari membentuk Belief anda! Jadi saran saya pilihlah lagu yg positif, membangun, dinamis, semangat dsb

5.Peristiwa Emosional
Peristiwa yg membuat Anda trauma, ternyata sebuah kejadian bisa membentuk Belief ,
Contoh: Sepasang remaja yang sedang jatuh
Cinta pertama, tetapi karena sebuah sebab PUTUS. Dan secara emosional sang wanita bilang (semua laki-laki adalah penjahat), maka..
Kelak sang wanita akan kesulitan menemukan jodoh yang baik dan dewasa, why?? Karena Belief nya semua lelaki adalah penjahat! Hati-hati dengan Belief.

Itulah 5 Belief yang saya singkat di dalam link ini, untuk detailnya Doakan saya bisa menerbitkan buku ke dua dan membuat seminar yg membangun
Tips terakhir yg saya kutip dari buku Badai Pasti Berlalu hal 57:
1) Apakah Belief anda bermanfaat bagi orang tua,keluarga,dan org lain?
2) Apakah Belief anda tidak bertentangan dengan ajaran agama anda?
3) Apakah Belief anda mempunyai kontribusi maksimal terhadap Impian Anda?
4) Apakah Belief anda sudah sesuai dengan apa yang anda lakukan atau malah sebaliknya yaitu
    semakin melenceng dari tujuan semula?
5)Apakah Belief anda membuat anda semakin happy?

Kalau semua jawaban YA, maka Belief anda sudah cukup baik, kalau sebagian SADARI, minta ampun kepada Tuhan dan UBAH SEKETIKA. Bila semuanya TIDAK, saya pun berdoa untuk diri anda semoga segera kembali ke jalan yg benar hahhahahahaha.
Selamat menikmati Belief  baru!





read more...

Selamat Tinggal Daniel



“Kita putus!” Masih terngiang ditelingaku kalimat yang diucapkan Agnes dua jam yang lalu.
Aku hanya diam membisu. Seolah ada sesuatu yang tajam menusuk ke dalam hatiku.
“Kamu ngga kayak cowok teman-teman aku yang lain. Kalau mau dibandingin kayak langit dan bumi deh. Semuanya pada cerita tentang kehebatan dan kelebihan pacar mereka sedangkan aku? Aku ngga tau harus ngomong apa!”
Aku memilih diam dan mendengarkan alasannya memutuskan hubungan kami yang sudah berjalan dua tahun.  Tepatnya hari ini kami dua tahun jadian.
“Masa hari gini dia ngga punya Blackberry?! Yang ada hanya Hp butut nan tua. Yang bisa untuk sms dan telpon doang. Sedangkan pacar teman-teman aku, jangankan BB, iphone pun punya. Trus kamu ngga pernah jemput aku. Jangankan pake mobil. Sepeda aja ngga punya, apa lagi motor! Ke mana-mana naik angkot. Duh, padahal Jakarta kan panas dan berdebu di mana-mana. Coba lihat tuh, cowoknya si Ririn. Mau naik mobil apa aja bisa. Tinggal pilih yang ada di garasi rumahnya. Sopir ngga cuma satu tapi lebih. Ke mana aja pasti dianterin. Sementara, kamu?! Jauh banget……”
Aku mencoba menahan rasa sakit tersebut.
“Kamu tidak pernah ajak aku makan di kafe atau restoran yang berkelas gitu. Yang ada minum es teh dan makan bubur di pinggir jalan. Kan kalo teman-teman aku liat bisa gengsi aku. Gengsi segengsi gengsinya. Gokil, malu-maluin banget sebanget bangetnya!”
Hatiku hanya berbisik, “Jadi selama ini kamu malu kalau aku ajak kamu makan di pinggir jalan?”
“Kamu ngga pernah ngasih aku kado atau sesuatu yang “mahal” gitu. Coba, si Keisha yang baru jadian satu bulan ama si Tio, pake liontin berlian. Sedangkan aku? Mimpi kali yeeee….”
Akhirnya bibirku pun mengeluarkan kalimat tersebut. “Maaf, kalau selama kita jadian aku tidak bisa seperti  pacar teman-teman kamu. Terima kasih kalau kamu pernah hadir dalam hidupku. Seharusnya dari awal kamu tau kalau aku hanya anak yatim piatu yang tidak memiliki apa-apa.”
Detik berikutnya aku hanya melihat punggung Agnes yang meninggalkanku. Meninggalkan sebuah luka dihatiku.
*****

“Ko Tara!” teriak Daniel menyambut kedatanganku. Sebuah pelukan hangat membalut tubuhku. Sambutan Daniel menjadi obat sakit di hatiku.
Aku membalas pelukannya. Detik berikutnya air mataku jatuh tak tertahan. Aku tidak pernah menyesal terlahir dikeluarga yang miskin. Aku tidak pernah menyalahkan Tuhan ketika aku harus kehilangan kedua orang tuaku lima tahun yang lalu. Waktu mereka pergi untuk selama-lamanya, Daniel baru berusia dua tahun. Beruntung waktu itu aku baru saja menyelesaikan bangku SMA.
Aku  harus membesarkan Daniel sendiri dengan hasil uang yang aku dapat dari menjadi seorang social media specialist dan brand consultant yang aku rintis.
“Kamu sudah makan?” tanyaku sambil menatap wajah Daniel.
“Aku nunggu koko! Aku mau makan dengan koko!”
Aku memperhatikan wajah Daniel! Pucat! Sementara ada tanda bercak darah pada kulitnya yang putih.
“Kamu ngga kenapa-napakan, Dan?” Tanyaku penuh dengan kekuatiran.
“Koko, Daniel sehat-sehat saja! Cuma tadi sempat mimisan!”
Aku terkejut mendengar jawaban Daniel.
“Selesai makan nanti kita ke dokter ya?”
“Daniel, takut di suntik!”
“Kamu ngga usah takut! Kan ada koko! Disuntik cuma kayak digigit semut merah.”
“Ya, udah! Tapi aku ditemanin sama koko ya?”
Aku menggangukkan kepalaku tanda setuju.
*****

Daniel dirujuk ke Bagian Anak di salah satu Rumah Sakit di Jakarta . Di rumah sakit itu, sumsum tulang belakangnya diambil. Ternyata trombositnya rendah, sedangkan sel darah putih berlebihan. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan, ia positif terjangkit leukemia dan harus menjalani pengobatan selama dua tahun.
Pada tiga bulan pertama, Daniel dikemoterapi dan diberi obat antikanker (stitostika). Setiap kali mendapat pengobatan, ia muntah, nyeri pada sendi, dan rambut rontok. Sel kanker pun menjalar hingga ke bagian otak. Harapan untuk sembuh kian tipis.
“Koko! Daniel sayang koko!” ucap Daniel ketika memelukku diatas ranjangnya.
“Koko juga sayang Daniel! Tuhan pasti sembuhkan kamu!” aku mencoba menghiburnya. Setiap hari aku meyakinkannya, kalau dia pasti sembuh.
“Besok, Daniel sudah bisa pulang!”
Mungkin itu berita gembira bagi Daniel. Tapi bagiku, tidak! Uang tabunganku sudah habis untuk membiayai pengobatan Daniel. Dua hari yang lalu aku terpaksa menjual laptopku untuk menutupi biaya yang belum aku lunasi. Daniel tidak akan mendapatkan terapi lagi.
“Daniel, malu!”
“Malu kenapa sayang?”
“Kepala Daniel botak!”
“Tapi koko ngga pernah malu punya adik yang kepalanya botak!”
“Koko, minggu depan Daniel ulang tahun yang ke delapan loh!”
Aku menatap Daniel. “Koko ingat kok! Daniel mau kado apa?”
Daniel berpikir sejenak.
“Daniel cuma mau sembuh. Daniel ngga mau kado apa-apa.”
“Serius? Daniel suka SpongeBobkan?”
“Suka banget!”
“Mau ngga kalo koko kasih boneka SpongeBob?”
“Mau!” sahut Daniel dengan semangat!
*****

Daniel menatapku. Sebuah tatapan yang menyiratkan pertanyaan untuk aku jawab.
Daniel memelukku. Air matanya jatuh. Aku mengumpulkan semua kekuatan untuk tersenyum.
“Koko, kita tinggal di sini?” tanyanya dengan polos.
Aku mencoba menguatkan hatiku.
“Iya, sayang. Ini rumah baru kita.”
Mendengar jawabanku, Daniel menuntunku untuk masuk ke gubuk tersebut. Gubuk tua yang aku kontrak di pinggiran rel kereta api.
Semuanya sudah habis aku jual untuk membiayai pengobatan Daniel. Untuk urusan kerjaan aku terpaksa ke warnet terdekat.
Tapi aku bersyukur dan percaya, semuanya akan indah pada waktunya.

*****

Aku memeluk Daniel dengan lembut yang terbaring beralaskan kasur tipis.
“Koko… Daniel sayang koko!”
“Koko juga! Koko sayang Daniel!”
“Ko, apa artinya meninggal dunia?”
Pertanyaan yang menghentakkan diriku yang lelah dan lapar.
“Artinya, kamu akan suatu tempat yang jauh. Tempat di mana kamu berasal.”
“Perginya sendirian?” tanyanya lemah.
Mataku berkaca-kaca. Namun aku mencoba untuk menahan agar air mata itu tidak jatuh.
“Sendirian. Tapi kamu jangan takut.”
“Kalau aku meninggal dunia, siapa yang akan menemani koko?”
Akhirnya air mataku juga jatuh. Diantara penderitaannya dia masih memikirkanku.
“Aku tahu, koko sering ngga makan biar aku kenyang. Koko sering jalan kaki ke mana-mana biar bisa belikan aku sesuatu setiap hari. Nanti di sana, siapa yang motongin kuku Daniel?” ucapnya sambil meneteskan air matanya.
Aku memeluknya.
“Kamu ngga usah mikirin koko ya, sayang!  Tuhan pasti menjaga koko.”
“Nanti kalau aku sudah besar dan punya uang yang banyak. Aku mau belikan koko sebuah toko. Biar koko ngga usah kerja lagi. Trus belikan koko rumah dan mobil, biar kalau hujan bisa tetap tidur enak dan tidak perlu lagi jalan kaki.”
Mulutku tertutup rapat. Bungkam. Tak ada kata yang bisa melewati kerongkonganku. Di tengah rasa sakitnya, dia masih menyimpan sebuah impian. Bukan keluh kesah karena sakit yang di deranya.
“Koko, aku pengen jadi motivator kayak koko!”
“Kamu pasti bisa, sayang!”
“Tapi kenapa koko ngga pernah dibayar kalo ngasih motivasi ke orang?”
Aku mengusap wajahnya yang polos dan penuh tanda tanya.
“Melayani itu ngga boleh mikirin bayaran.”
Daniel tersenyum.
“Koko, aku mau nyanyi buat koko.”
“Koko mau dengar suara merdu kamu, sayang.”
Detik berikutnya suaranya memenuhi gubuk tua tempat kami tinggal.
*****
“Koko, kenapa nangis?” tanya Daniel dengan lemah.
Hari ini keadaan Daniel kritis. Terpaksa aku membawanya ke rumah sakit.
Aku menghapus air mataku.
“Tuhan sembuhkan atau tidak, bagi Daniel Tuhan tetap baik!”
Aku menggangukan kepalaku tanda setuju dengan ucapannya.
“Koko…. Terima kasih buat boneka SpongeBobnya ya!”
“Sama-sama sayang.”
Daniel mengambil sesuatu dibalik bantalnya.  Lalu dia melihatnya dengan lemah.
Foto kedua orang tuaku bersama aku dan Daniel yang masih bayi.
“Koko, maafin Daniel ya kalo selama ini Daniel nakal dan repotin koko. Nanti kalo Daniel ke Surga, Daniel akan cari mama dan papa. Koko ngga usah kuatir lagi.”
Aku memeluk Daniel. Ya Tuhan! Aku belum siap kehilangan Daniel!
Dengan pelan Daniel mengucapkan sebait doa sambil memeluk boneka SpongeBobnya.

Tuhan….
Aku lapar! Sangat Lapar!
Tapi aku tidak ingin meminta makanan.
Aku hanya minta berkati mereka yang kelaparan sepertiku.

Tuhan…
Aku sakit! Sangat sakit!
Tapi aku tidak meminta kesembuhan.
Aku hanya minta sembuhkan mereka yang sakit sepertiku.

Tuhan…
Aku sebatang kara!
Tapi aku tidak meminta boneka.
Aku hanya minta hiburkan mereka yang kesepian.

Tuhan…
Bajuku penuh tambalan.
Tapi aku tidak meminta baju baru.
Aku hanya minta berkati mereka yang berkekurangan.

Tuhan…
Aku tidak ingin mujizat-Mu.
Meski aku tahu, Engkau sanggup melakukan-Nya.
Aku hanya minta, tunjukkan mujizatmu kepada mereka yang tidak mempercayai-Mu.

Tuhan…
Kalau nanti aku meninggal.
Aku tidak ingin ada yang menangis.
Tapi aku ingin mereka tersenyum. Tersenyum karena aku bertahan hingga akhirnya.

Tuhan…
Malam ini aku tidak meminta apa-apa untuk diriku.
Jadilah kehendakmu di bumi seperti di Surga.
Karena aku tahu, bersama-Mu semuanya akan Engkau berikan.
AMIN
Detik berikutnya Daniel menatapku dengan lembut dan lemah. Perlahan-lahan matanya tertutup rapat. Air mataku jatuh berderai tak tertahan.

Apa yang dapat teman – teman petik dari cerita diatas?

Sumber : http://motivatorsuper.com/selamat-tinggal-daniel/3917
read more...

Lemparan Batu


Dikisahkan ada seorang pengendara mobil yang sedang melewati sebuah jalan di malam hari tiba – tiba ada seseorang yang melepari mobilnya dengan batu. Dengan perasaaan marah dan jengkel si pengendara mobil itu turun dari mobil itu dan dilihatya seorang anak kecil yang sedang memegang batu, ya... anak itu lah yang melempari batu ke mobil tersebut. Si pengendara bertanya kepada anak itu, “Mengapa kamu melempari mobilku dengan batu?”. Jawab anak itu, “Pak, sejak tadi saya berteriak dan meminta mobil – mobil yang lewat untuk berhenti tetapi tak satu pun mobil itu berhenti. Maka dari itu  saya harus melepar batu agar ada mobil  yang berhenti dan menolong adik saya yang tertabrak.” Akhirnya mulailah banyak orang berdatangan untuk menolong adik yang tertabrak itu.

Dari kisah ini kita belajar untuk mau membantu orang lain sebelum ada lemparan batu yang mengenai kehidupan kita. Lemparang batu itu bisa berupa masalah – masalah yang datang dalam hidup kita, kegagalan – kegagalan dalam usaha, bahkan musibah yang tidak bisa kita hindarkan. Selagi kondisi kita masih prima mari kita membantu sesama kita yang membutuhkan.

Membantu sesama bukanlah hal yang sult dan mustahil, bahkan disaat kita tak memiliki apapun. Punyailah niat kepedulian dan hati untuk sesama maka apapun itu bisa menjadi karya yang berdampak bagi orang disekitar kita. 

Saya, mengajak anda untuk berbagi kepada teman - teman yang membutuhkan melalui sebuah kelompok sosial yang kami bangun pada tahun 2011 yaitu D 'LETICIA. 
Informasi selengkapnya di www.leticiacare.blogspot.com
read more...

Upgrade Your Self

“Perubahan adalah Abadi” itulah sekiranya sebuah kalimat yang ingin mengatakan bahwa setiap hari dunia kita terus berubah. Dari waktu ke waktu banyak sekali inovasi-inovasi yang terjadi disekitar kita baik yang berdampak besar maupun sederhana.

Perubahan adalah sebuah tuntutan zaman, bila kita tak ikut berubah sesuai zamannya dan kita hanya diam saja itu berarti sebenarnya kita sedang mundur karena dunia terus bergerak maju. Maka dari itu kita harus siap mengahadapi dunia yang dengan cepat berubah, kita harus meningkatkan kemampuan diri agar kita tidak tertinggal.

Berikut ini saya ingin membagikan beberapa hal yang dapat kita tingkatkan guna menghadapi dunia yang begitu cepat berubah :

1.      Mind Set
Mind set sangat mempengaruhi kehidupan kita, karena kehidupan dimulai dari pikiran. Ubahlah pola pikir yang masih ragu-ragu menjadi yakin. Banyak orang ketika diberikan sebuah tanggung jawab selalu bertanya, “Mengapa saya?” ganti kalimat ini dengan, “Apa yang bisa saya lakukan?” dengan begitu ketika anda menerima tanggung jawab yang lebih besar berarti anda sedang bertumbuh. Ubah pola pikir negatif menjadi positif. Percaya dan yakin bahwa anda mampu melakukannya. Tidak ada yang mustahil selama kita masih mau berusaha.

2.      Improve your skills
Setiap manusia dilahirkan dengan kemampuan yang berbeda-beda bahkan dalam perjalanan hidupnya kita menemukan berbagai kemampuan yang ternyata bisa kita lakukan. Ada yang pandai bernyanyi, bermusik, ada pula yang ahli di bidang bisnis, komputer dan lain sebagainya. Kemampuan yang sudah anda miliki tekuni, fokus dan tingkatkan.

3.      Time Management
Waktu kita sangatlah terbatas, setiap manusia hanya diberi waktu 24 jam sehari. Dengan waktu yang hanya 24 jam ini ada yang memanfaatkan dengan semaksimal mungkin untuk meningkatkan diri mereka sehingga kesuksesan dapat segara datang atau ada juga yang dengan santai menikmati waktu ini tanpa memikirkan masa depan. Maka dari itu kuncinya kita harus mampu membagi waktu dan menentukan skala prioritas. Berikut ini 4 skala prioritas yang bisa kita perimbangkan dalam mengatur waktu : a. Tidak penting dan tidak mendesak, b. Tidak penting tetapi mendasak, c. Penting tetapi tidak mendesak, d. Penting dan mendesak. Utamakan yang penting dan mendesak terlebih dahulu untuk kita kerjakan agar memperoleh hasil yang maksimal. Penting dan mendesak sebuah hal tergantung dari masing-masing individu, anda yang tau mana yang penting dan tidak, mana yang mendesak mana yang masih bisa ditunda.

4.      Leadership
Setiap dari kita adalah seorang pemimpin, minimal pemimpin atas kehidupan kita. Bila kita merasa masih belum menjadi seorang pemimpin maka belajarlah untuk menjadi seorang pemimpin. Dalam konteks ini saya hanya ingin menekankan bahwa setiap pemimpin adalah orang yang mau melayani. Maka dari itu mulai sekarang coba dan belajar untuk melayani orang lain biarpun itu hanya sederhana. Karena dizaman yang modern ini sudah bukan zamannya lagi pemimpin yang diktator, melainkan pemimpin yang punya hati untuk melayani.

5.      Human Relationship & Human Touch
Hidup kita tak lepas dari orang lain, human relationship mengartikan bahwa bagaimana kita bisa berhubungan dengan orang lain. Apabila kita bisa berhubungan baik dengan orang lain mungkin peluang dan kesempatan akan datang kepada kita. Sedangkan human tourch adalah bagaimana kehidupan kita mampu berdampak bagi orang lain. Kita hidup hanya sekali, dari yang hanya sekali ini mari kita memaknai hidup ini dengan memberikan dampak bagi orang lain agar banyak orang bisa terbantu hidupnya.

6.      Technology
Teknologi berubah begitu cepat kali, banya inovasi bermunculan dalam 1 dekade terakhir ini. Perubahan teknologi yang cepat ini dapat kita manfaatkan untuk mendorong kita mencapai kesuksesan. Dulu untuk melihat berita yang up to date CNN lah yang dengan cepat menayangkannya, tapi sekarang Twitter, Yahoo lebih cepat hanya sekali klik kita bisa melihat apa yang sedang terjadi ditempat lain. Dulu untuk menjadi seorang artis butuh waktu yang lama, kini dengan You Tube semua orang didunia bisa melihat anda. Untuk bisa berhubungan dengan orang lain kita bisa memlalui Facebook, BB, dan lain-lain. Kemajuan kemajuan teknologi ini harus kita ambil sisi positifnya untuk meningkatkan diri. Mungkin sebagian dari orang tua masih begitu sulit untuk megikuti kemajuan teknologi ini, maka belajarlah dari anak anda karena saya yakin anak anda lebih tau soal ini. Anak zaman sekarang tidak perlu disuruh dan dimarahi oleh orang tuanya untuk membuka buku, karena setiap pagi semua anak telah membuka buku yang disebut “Face-book”. Betul?

Alat-alat apa saja ynag bisa mendukung kita untuk bisa menigkatkan diri dan mengikuti perubahan bahkan membuat perubahan? Jawabnnya adalah mau untuk belajar. Belajar dari buku, belajar dari seminar-seminar, belajar dari kaset/CD pengembangan diri, juga belajar dari orang lain bahkan dari orang lebih muda dari kita.

Dengan terus meningkatkan diri kita berharap kesuksesan dapat dengan segera datang. Mari dengan senang hati kita berproses untuk meraih impian-impian kita.

Keep Serving, With Heart
Andy Pratama
(Follow @andypratamas)
read more...

Dua orang beriman


Dahulu kala, di propinsi Se Chuan, negeri Cina, hidup dua orang beriman yang tinggal dalam dua rumah yang berbeda. Yang satu miskin dan yang lain kaya.
Pada suatu hari, yang miskin mendapat ilham dan berkata kepada yang kaya, “Saya ingin berziarah ke Gunung Budo di Laut Timur untuk memperdalam ajaran agama, bagaimana menurut Anda ?“ “Apa ?? Jangan bermimpi disiang hari !“ yang kaya tersebut berkata, “Jarak dan sini ke Laut Timur sangat jauh, dirintangi banyak gunung dan sungai. Anda begitu miskin, bagaimana mungkin bisa sampai kesana?”
Yang miskin menjawab dengan tenang, “Saya dapat mengandalkan satu botol untuk mengisi air dan satu mangkok untuk menampung nasi, semua itu sudah cukup bagi saya !“ “Huh !!“, yang kaya berkata dengan nada menghina, “Beberapa tahun ini saya juga ingin berekreasi ke Gunung Budo. Saya mempunyai rencana untuk membeli sebuah kapal, tetapi saat ini uang yang terkumpul belum cukup. Apakah Anda mau ke sana hanya dengan mengandalkan kedua kaki Anda, sebotol air dan satu mangkok nasi ? Mana mungkin ?!?“
Setahun kemudian, yang miskin benar-benar berhasil mewujudkan keinginannya dan kembali dari Gunung Budo. Melihat hal ini, yang kaya sangat malu, dan tidak berani keluar dari rumahnya selama setengah tahun.
Pesan:
Seratus buah rencana, tidak lebih baik dari sebuah pelaksanaan. Walaupun Anda memiliki impian dan cita-cita yang mulia, namun jika hanya terhenti pada tahap “pembicaraan”, 3-5 tahun kemudian, semua itu akan tetap menjadi sebuah “mimpi”.
Hanya dengan tindakan, impian baru akan terwujud menjadi kenyataan. Ingat selalu ! Jadilah seorang raksasa dalam pelaksanaan, baru Anda dapat menikmati buah manis dari kesuksesan.
Pengarang buku “Berpikir dan Menjadi Kaya”Dr. Napoleon Hill, memberitahu bahwa, “Pada saat Anda mengambil keputusan, Anda harus segera melaksanakannya. Walau hanya satu langkah yang kecil, sudah cukup menjadi pendorong Anda untuk terus maju.”

Semangat manusia tidak bisa dilumpuhkan. Jika kamu masih bisa bernafas, maka kamu masih bisa mempunyai impian.”
- Mike Brown

Tragedi yang paling tragis bukan mati muda, tetapi ialah mereka yang telah berusia 75 tahun, tetapi belum benar-benar menjalani hidup dengan baik. “ - Martin Luther King

Mengetahui tujuan Anda dan keinginan untuk mencapainya, tidak akan membawa Anda dekat kepadanya. Hanya tindakan yang mampu berbuat demikian,” - George Eld

Kalau Anda berani untuk mengejar impian Anda, semua impian akan bisa tercapai. “— Walt Disney

Sewaktu seseorang tengah takut tidak bisa melakukan sesuatu dengan baik dan bingung, sudah ada seorang sibuk memperbaiki kesalahannya. “- Henry C. Link

Sumber : www.andrewho-uol.com
Penulis : 
Dato' Dr. Andrew Ho - Managing Director KK Indonesia
read more...

Petani dan Seekor Singa

Alkisah, ada seorang petani tersesat di sebuah hutan. Ia sudah berusaha mencari jalan keluar dari hutan tersebut, tetapi selalu gagal. Ketika energinya sudah benar-benar terkuras, tiba-tiba ia dihadang seekor singa yang sedang lapar.
Dalam keadaan yang sangat terjepit, tak ada tenaga dan tak tahu jalan keluar, petani itu hanya dapat mengingat Tuhannya. Ia segera menengadahkan kedua tangan untuk berdoa. Ia sangat berharap akan ada keajaiban yang membebaskan dirinya dari celaka.
Pada saat yang bersamaan, singa itu menengadahkan dua kaki depannya dan berdo’a. Sang petani heran dan berbisik dalam hati,“Apakah singa ini berdo’a agar dimaafkan kesalahannya?” Padahal sebenarnya singa itu sedang berdoa, “Ya Tuhanku, terima kasih atas kemurahan hati-Mu. Hari ini Engkau telah menyediakan santapan yang begitu lezat untukku!”

  Pesan:
Jangan terlalu cepat membuat asumsi karena mengandung resiko kesalahan yang besar, dan itu sangat membahayakan diri kita. Petani itu terlalu cepat berasumsi bahwa binatang singa tidak akan memakannya. Padahal sebaliknya, singa adalah binatang buas yang sedang berterima kasih kepada Tuhannya dan bersiap menyantap sang petani.
Keputusan untuk mengikuti asumsi yang keliru tak ayal akan menyebabkan sang petani celaka. Ia justru tetap berada di tempat, menunggu detik-detik celaka benar-benar menyergapnya. Bagaimanapun juga seharusnya ia berlari kencang atau mencari cara lain untuk melarikan diri. Tetapi kita tentu maklum dalam keadaan yang bingung, takut, sekaligus pasrah seperti yang dialami oleh sang petani sangat kecil kemungkinan ia dapat berasumsi dengan tepat.
Sama seperti kehidupan kita sehar-hari, jangan pernah membuat kesimpulan dalam keadaan diri kita sedang labil, misalnya bingung, putus asa, marah, kecewa, cemburu ataupun sedang mengalami perasaan tidak nyaman lainnya. Dalam keadaan diri kita sedang labil, sangat mungkin asumsi kita keliru dan mendorong suatu tindakan yang membahayakan diri kita. Begitupun bila kita melihat tingkah laku ataupun perkataan orang lain, jangan terburu-buru membuat kesimpulan bahwa orang itu baik atau buruk.
Pada dasarnya membaca isi hati atau pikiran seseorang tidaklah semudah membaca cerita bergambar. Kesimpulan yang keliru akan menguras energi, yang seharusnya bisa kita manfaatkan untuk berkreasi, berkarya atau menciptakan perubahan positif lainnya. Lebih dari itu, tindakan yang keliru sangat mudah memicu ketegangan, perselisihan, demo, pengrusakan dan bahkan peperangan.
Tetapi bukan berarti kita harus takut untuk segera membuat keputusan berdasarkan kesimpulan-kesimpulan yang telah kita dapatkan. Kita akan mendapatkan keuntungan yang jauh lebih besar bila kita juga berkemauan untuk mempertanggung jawabkan atau mengoreksi kembali segala kesimpulan yang telah kita ciptakan. “Incorrect assumptions lie at the root of every failure. Have the courage to test your assumption. – Asumsi atau kesimpulan yang keliru merupakan penyebab utama dari setiap kegagalan. Oleh sebab itu jangan pernah takut untuk mengoreksi kembali apakah kesimpulan yang telah kita ciptakan itu benar ataukah tidak,” terang Brian Tracy.
Berhati-hatilah dalam menciptakan suatu kesimpulan. Andaikan masih terdapat kesalahan, kita harus dapat belajar dari kesalahan itu agar lebih berhati-hati dalam langkah selanjutnya. “Success is the result of good judgement, good judgement is a result of experience, experience is often the result of bad judgement. – Sukses berasal dari kesimpulan yang tepat, kesimpulan yang tepat berasal dari pengalaman, pengalaman seringkali berasal dari kesimpulan yang keliru, jelas Socrates.
Kita bisa banyak belajar dari proses untuk mengendalikan sifat-sifat atau pemikiran kita yang negatif. “I have learned throughout my life as a composer chiefly through my mistakes and pursuits of false assumptions, not by my exposure to founts of wisdom and knowledge. – Saya telah belajar dari kehidupan ini sebagai seorang pencipta lagu, balajar lewat kesalahan dan kesimpulan keliru yang pernah saya lakukan, tidak belajar dari pengalaman saya telah menciptakan suatu keputusan yang mengandung kebijaksanaan ataupun pengetahuan,” terang Igor Stravinsky. Belajar dari kesalahan adalah satu langkah yang paling bijaksana untuk dapat memaknai segala bentuk pesan dengan tepat, misalnya pesan yang berasal dari ucapan, pergerakan mata, badan, intonasi suara, ekspresi dan emosi lawan bicara ataupun dari setiap gejala yang ada.

Sumber : www.andrewho-uol.com
Penulis :
Dato' Dr. Andrew Ho - Managing Director KK Indonesia
read more...

Young Inspiration : The Power of Community

“Kesuksesan seseorang ditentukan oleh 2 hal: buku apa yang anda baca dan dengan siapa anda bergaul”
(Bong Chandra)

Karakter seseorang di bentuk oleh komunitas tempat dimana dia bergaul. Seperti yang dikatakan oleh Bong Chandra (Motivator termuda no.1 Asia) dalam kutipan di awal artikel ini. Ada sebuah cerita yang begitu menarik bagi saya, dikisahkan ada seekor anak elang yang sejak awal hidupnya dia dirawat oleh induk ayam. Induk ayam menanamkan cara dan tingkah laku sebagaimana ayam – ayam yang lain melakukannya mulai dari mencari makan dengan menggaruk – garuk tanah, makan dan minum layaknya ayam – ayam yang lain. Si anak elang ini menghabiskan hari – harinya dengan bermain bersama anak – anak ayam, berlari kesana – kesini, dan lain sebagainya. Suatu ketika ada seekor elang yang terbang rendah dan melihat tingkah laku anak elang yang begitu aneh, tak biasa seekor elang bermain dengan dengan anak ayam, mencari makan bersama apalagi tak bisa terbang. Datanglah elang yang gagah dan perkasa ini menemui anak elang tersebut, “Hei, anak elang mengapa kamu bermain dengan ayam – ayam kecil itu, mencari makan dengan menggaruk tanah? Bukankah kamu seekor elang?”, si anak elang ini menjawab, “Tuan elang yang baik, aku memang berbeda dari anak ayam yang lain, tapi aku menyadari aku tetaplah anak ayam.” Tuan elang pun menjawab, “Nak, kamu seekor elang yang gagah, sayapmu begitu besar, tempatmu bukan ditanah, tempatmu ada di atas, terbang tinggi bersama dengan yang lain.” Si anak elang pun tetap berpegang kokoh pada pendiriannya bahwa dia anak ayam. Kata tuan elang kepada anak itu, “Nak sekarang lihatlah aku, bukankah kita sama? Coba kepakan sayapmu perlahan – lahan.” Si anak elang pun semakin keheranan karena semakin dia mengepakan sayapnya dia semakin merasa bahwa dia semakin kuat, dia mulai terbang ke tempat yang lebih tinggi.

Sahabatku,
Cerita tersebut ingin menyampaikan kepada kita apa yang sering terjadi dalam kehidupan kita, khususnya anak – anak muda. Banyak dari antara kita yang kurang tepat dalam bergaul. Seperi anak elang yang hidup bersama anak ayam. Bisa kita bayangkan potensi elang yang begitu luar biasa tetapi karena dia hidup dan bergaul dengan anak ayam akhirnya dia bukanlah elang, tubuhnya memang elang tapi mental dan karakternya layaknya ayam.
Setiap diri kita pasti mempunyai potensi yang luar biasa, tapi karena kita tidak tau harus dikemanakan potensi ini akhirnya potensi yang kita miliki tak kunjung muncul. Komunitaslah yang akan membantu kita untuk bertumbuh dan berkembang. Bisa bertubuh dan berkembang ke arah yang negatif dan positif tergantung seperti apa komunitas kita. Beberapa tahun yang lalu, teman – teman saya adalah perokok, maka saya pun secara otomatis dibentuk dilingkungan para perokok. Banyak sekali perubahan yang terjadi dalam kehidupan saya yang berhubugan dengan komunitas.
Hari ini saya memutuskan untuk keluar dari komunitas yang menyesatkan dan menjatuhkan saya, menghindari teman – teman yang hanya berpikiran negatif dan pesimis. Saya lebih memilih untuk berkumpul dengan orang – orang yang berpikiran positif, sukses, bersemangat, pembelajar,dll. Sebuah komunitas yang terbentuk pada 26 Juni 2011 yang lalu dimana saya dipercaya untuk membawa komunitas ini yaitu “YOUNG PROFESSIONAL COMMUNITY” dimana kami mempunyai misi : Together We Grow and UP yang merupakan wadah bagi para remaja untuk mengembangkan diri dan merancang masa depan bersama.

Sahabatku, saya tidak menyalahkan dengan siapa anda bergaul, komunitas yang anda miliki sekarang. Tetapi menurut saya lihatlah, karena komunitas seseorang bisa jatuh atau bangkit. Karena komunitas bisa menjatuhkan atau mendorong kita kearah yang lebih baik. Maka tak salah muncullah kata – kata bijak seperti berikut : ”Kalau anda ingin sukses, bergaullah dengan orang – orang sukses.” Pilih komunitas yang tepat bagi anda, kembangkan potensi anda dan SEE YOU AT THE TOP.

Keep Serving, With Heart
Andy Pratama S.

read more...

Young Inspiration : PROSES

Mengawali artikel ini saya ingin membagi  sebuah cerita tentang 2 bongkah  batu marmer yang belum di asah. 2 Bongkah batu marmer ini kita sebut saja Tono dan Tony, suatu kali ada seorang pemahat profesional yang ingin memahat batu ini menjadi sebuah patung yang begitu indah nantinya. Kedua batu ini, Tono dan Tony mulai di pahat oleh pemahat tadi, perlahan tapi pasti sang pemahat mulai mengerjakannya dipahat, digosok, dan sebagainya. Suatu hari Tony protes kepada sang pemahat, katanya “Hei pemahat, aku tak mau lagi dipahat, sakit sekali badanku ini. Tak sanggup lagi aku engkau pukul dengan palu dan engkau gosok – gosok tubuhku, lebih baik aku engkau potong dan jadikan aku lantai marmer saja mungkin sakitnya tak lebih dari pahatan.”
Akhirnya pemahat tersebut mengerjakan apa yang diminta Tony, marmer Tony mulai dipotong dan jadilah lantai marmer, sedangkan Tono masih tetap dipahat, dogosok sampai halus dan mengkilap. Hingga suatu hari jadilah keduanya, Alhasil Tony yang meminta untuk menjadi lantai marmer dia dinjak – injak orang setiap harinya, harganya pun tak sampai 40 ribu per meter. Sedangkan Tono yang tetap setia dan berjuang menahan sakit untuk dipahat jadilah dia patung yang begitu indah, dia diletakan di sebuah tempat untuk dipamerkan kepada banyak orang dan menjadi “Masterpiece” bagi pemahatnya, semua orang melihat patung Tono, bahkan ada yang ingin membelinya seharga 1 M, ada  yang menawar 2 M bahkan 3 M, tapi oleh sang pemahat patung tersebut tidak dijual karena begitu berharga hingga tak ternilai. 

Sahabatku,
Mungkin cerita diatas hanyalah fiktif tapi mari kita lihat arti dari cerita tersebut. Cerita tersebut ingin memberitau kepada kita betapa  pentingnya sebuah proses, ya... proses yang harus dijalani Tono untuk menjadi patung yang tak ternilai harganya.
Banyak orang didunia ini tak lagi mementingkan proses untuk mencapai kesuksesan, semua ingin serba instan, mie instan, kopi instan, bahkan untuk lulus S1 instan hanya perlu uang tak lebih dari 50 juta untuk mendapatkan gelar sarjana tanpa mengikuti kuliah selama 4 tahun hanya butuh waktu semalam untuk mendapatkan gelar sarjana yang ilegal. Luar Biasa...
Tetapi apakah segala sesuatu yang instan akan menjadi baik hasilnya, tentu tidak. Seperti tony yang ingin segera cepat jadi tak ingin diproses, akhirnya hanya jadi lantai yang di injak-injak orang. Pertannyaanya Apa itu proses? Seberapa pentingkah proses itu? Mengapa kita harus melawati proses?. Baik kita jawab satu per satu.

Apa itu Proses ?
Menurut Wikipedia, Proses adalah urutan pelaksanaan atau kejadian yang terjadi secara alami atau didesain, mungkin menggunakan waktu, ruang, keahlian atau sumber daya lainnya, yang menghasilkan suatu hasil. Suatu proses mungkin dikenali oleh perubahan yang diciptakan terhadap sifat-sifat dari satu atau lebih objek di bawah pengaruhnya.
Proses adalah serangkaian langkah sistematis, atau tahapan yang jelas dan dapat ditempuh berulangkali, untuk mencapai hasil yang diinginkan. Jika ditempuh, setiap tahapan itu secara konsisten mengarah pada hasil yang diinginkan.
So, pada dasarnya proses adalah cara, langkah, tahapan untuk mencapai hasil – hasil tertentu (dan saya tambahkan sedikit) dan didalamnya terdapat pengorbanan.

Seberapa pentingkah proses itu?
Hidup adalah proses, jadi proses sepenting hidup anda. Manusia hidup menjalani sebuah proses, proses kehidupan. Mulai dia dilahirkan, menjadi balita, anak-anak, tumbuh menjadi remaja, ABG, dewasa dan menjadi tua. Itulah proses yang pasti terjadi dalam hidup kita, kita tak bisa menolak karena semua orang pasti melaluinya. Tapi dalam hal mencapai sesuatu banyak orang tak mau melewati proses, mereka ingin segera membuahkan hasil, seperti dari anak-anak ingin segera dewasa. Apa yang terjadi bila kita ingin segera cepat, bisa jadi seperti halnya seseorang yang naik tangga dan ingin langsung ke anak tangga yang ke 5, anda bisa bayangkan sendiri kan? (ya... parah-parahnya kesleo terus bengkak, ngak bisa jalan 1 – 2 minggu). Itu lah yang terjadi dalam kehidupan seorang bila tak mau melewati proses.

Mengapa kita harus melewati proses?
Karena semua orang yang ingin sukses pasti melewati proses. Orang – orang sukses yang pernah saya temui selalu melewati proses mungkin 5 – 10 tahun ia berjuang merubah kehidupannya bahkan ada yang sampai belasan tahun. Banyak hal terjadi ketika melewati proses, mulai dari rasa sakit, ditolak, gagal, jatuh, bahkan hampir saja putus asa, tapi semua itu terbayar ketika apa yang mereka perjuangkan membuahkan hasil. Saya melihat banyak orang sukses yang melewati proses, kesuksesannya lebih kekal dibanding yang instan. Semakin banyak kita melewati proses, semakin dekat kita dengan kesuksesan yang ingin kita raih.

Sahabatku, proses menuju kesuksesan yang sebenarnya memanglah tidak mudah, semua butuh pengorbanan, rasa sakit, jatuh bangun akan kita alami, tapi keadaaan seperti itulah yang akan menempa, memahat kita menjadi dan menghasilkan sebuah maha karya yang Luar Biasa.  Beranikah anda melewati proses ini? Jawabanya akan anda temukan ketika anda telah memulainya. Jangan buang waktu lagi, SEKARANG SAATNYA !!!

Keep Serving, With Heart
Andy Pratama S.
read more...

Putus Asa

Di sebuah situs internet diungkapkan kisah fiksi tentang seorang tentara bernama kopral Yono. Saat itu sekitar jam 7 malam, ia duduk melamun. Pandangannya kosong, sembari tangannya mengaduk es teh. Salah seorang temannya, sebut saja Ricky, tiba-tiba menyambar minuman yang sedang ia aduk. Tanpa basa-basi, Ricky langsung menenggak isi gelas itu sampai tak tersisa sedikitpun.
Sebenarnya Ricky hanya bermaksud bercanda. Bukannya marah atau tersenyum, tetapi Yono justru menangis meraung-raung sambil beruraian air mata. Kontan reaksi Yono membuat Ricky panik. “Kamu nih cengeng banget sih? Katanya kamu tentara? Masa sih gara-gara es teh, kamu nangis keras begitu,” komentar Ricky diantara perasaan kesal dan bingung.
“Kenapa seharian ini hidupku kok apes terus?” rintih kopral Yono sambil terus menangis.
“Kamu kenapa? Ceritakan saja, siapa tahu aku bisa menolongmu,” kata Ricky penuh empati pada karibnya itu.
“Tadi pagi aku dipecat, gara-gara teledor menghilangkan senjata komandan,” kata Yono diselingi isak tangis.
“Ah gitu aja dipikir. Body-mu kan tinggi besar kuat perkasa. Kamu pasti masih laku jadi pengawal pribadi atau minimal jadi preman pasar,” ujar Ricky berusaha membesarkan hati sahabatnya.
“Itu sih belum seberapa. Tadi pagi habis dipecat, aku langsung pulang ke rumah. Tapi pas aku masuk kamar, ternyata aku memergoki istriku selingkuh dengan teman kerjaku sendiri,” ucap kopral Yono pelan. Air matanya terus mengucur deras. Ekspresi Yono mengisyarakan beban di hatinya benar-benar berat.

“Sudahlah, jangan terlalu dipikirkan. Kelakuan istrimu kan memang selalu begitu (selingkuh). Baiknya kamu cepat-cepat ceraikan dia. Masih banyak kok wanita cantik, pintar, kaya dan setia yang bersedia menjadi istrimu,” timpal Ricky memberi semangat.
“Itu sih belum seberapa. Aku sudah putus asa, ingin mati saja. Makanya aku beli racun potas (racun tikus), terus aku campurkan ke minuman es teh tadi. Eh belum sempat aku minum, sudah kamu habiskan,” kata kopral Yono kemudian menangis sejadi-jadinya.
“Hhaaahhh……???!!!,” desis Ricky ternganga. Pantas saja Yono begitu terpukul. 

Pesan :
Dalam kehidupan sehari-hari kita juga sering dihadapkan pada persoalan-persoalan-persoalan yang sulit. Bahkan ada beberapa diantara persoalan tersebut yang membuat kita hampir putus asa. Yono dalam kisah di atas adalah satu diantara gambaran orang-orang yang putus asa atau pesimis, karena disaat ditimpa kemalangan ia tidak mampu lagi berpikir positif tentang diri dan dunia di sekitarnya.
Sikap pesimis adalah sikap yang memandang penderitaan hidup ini sebagai beban yang tidak akan pernah berakhir. Sikap demikian sangatlah berbahaya, tak hanya bagi diri kita sendiri tetapi juga orang lain. Dalam kisah di atas dicontohkan, seandainya kopral itu tidak bersikap pesimis, mungkin Ricky tak harus menelan racun potas dalam es tehnya. Bisa jadi mata rantai kemalangan yang terus dihadapi Yono sebenarnya merupakan dampak dari sikapnya yang pesimis sejak awal.

Belajar dari kebodohan Yono yang memilih pesimistis, kita haruslah mencoba bersikap lebih bijaksana dalam menghadapi masa-masa sulit. Salah satu langkah yang dapat kita tempuh adalah menanamkan dalam pikiran kita bahwa masa-masa sulit yang mesti kita hadapi dalam kehidupan ini tidak akan berlangsung selamanya, melainkan hanya sementara saja. Dengan demikian, kita akan dapat melihat sisi terang dari kehidupan ini.
Lawan dari pesimisme adalah optimisme, sangat diperlukan untuk meraih kehidupan yang lebih bahagia dan berhasil. “For myself, I am an optimist--it does not seem to be much use being anything else. – Bagi saya sendiri, saya adalah seorang yang penuh optimisme – karena tak akan lebih menguntungkan dengan menjadi yang lain,” kata Winston Churcill. Karena rasa optimis adalah sumber kekuatan untuk mencari berbagai solusi secara realistis dan semangat untuk melaksanakan langkah-langkah perbaikan. Sehingga kemungkinan untuk meraih kehidupan yang sukses dan bahagia akan jauh lebih besar. 

Ditulis Oleh :
Sumber : (http://www.andrewho-uol.com/articles_tni.html)

read more...